Program Studi D3 Akuntansi turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Seminar Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan Program Studi sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Bengkulu pada Jumat (30/1/2026) di Ruang Rapat Utama Gedung Layanan Terpadu (GLT) Unib. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat budaya mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Seminar menghadirkan narasumber nasional, Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D, yang menyampaikan paparan komprehensif mengenai kebijakan terbaru akreditasi perguruan tinggi dan program studi, termasuk implementasi sistem SAPTO 2.0.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., para wakil rektor, dekan, ketua lembaga, ketua jurusan, serta ketua program studi dari jenjang vokasi, sarjana, hingga pascasarjana. Sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu juga turut hadir, di antaranya Universitas Muhammadiyah Bengkulu, UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, Universitas Prof. Dr. Hazairin, dan Poltekkes Kemenkes.
Dalam sambutannya, Rektor Unib menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber dan menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap regulasi baru penjaminan mutu. Ia menjelaskan bahwa Unib telah merencanakan kegiatan ini sejak Oktober 2025 sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan sistem mutu internal dengan kebijakan nasional terbaru.
Rektor juga memaparkan capaian akreditasi internasional Unib, di mana sekitar 90 persen program studi telah memperoleh pengakuan internasional pada periode 2023–2024. Ke depan, Unib tetap mendorong seluruh program studi, termasuk rumpun eksakta, untuk mengikuti akreditasi nasional meskipun telah memiliki akreditasi internasional.
Saat ini Unib memiliki 84 program studi aktif, dengan sekitar 32 persen berstatus terakreditasi unggul melalui BAN-PT maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Target empat tahun ke depan adalah minimal 50 persen program studi meraih peringkat unggul.
Dari lingkungan Jurusan Akuntansi, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Akuntansi Dr. Fenny Marietza, SE., M.Ak., Cert.BV, CertIFR, Ketua Program Studi Magister Akuntansi Dr. Sriwidharmanely, SE., MBM., Ak., CA, serta Ketua Program Studi D3 Akuntansi Dr. Baihaqi, SE., M.Si., Ak., CA, CAPM, ACPA. Kehadiran pimpinan jurusan dan prodi ini menegaskan komitmen bidang akuntansi Unib dalam memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu program studi vokasi.

Dalam paparannya, Prof. Ari menekankan bahwa esensi penjaminan mutu bukan sekadar memperoleh sertifikat akreditasi, melainkan menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten dan berkelanjutan (continuous quality improvement). Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, setiap program studi wajib memiliki status terakreditasi agar dapat meluluskan mahasiswa dan menerbitkan ijazah, sehingga akreditasi menjadi kewajiban hukum sekaligus instrumen mutu.
Bagi Prodi D3 Akuntansi, seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat implementasi SPMI, kesiapan dokumen, akurasi pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), serta strategi menghadapi akreditasi BAN-PT. Melalui pemahaman regulasi terbaru, D3 Akuntansi Unib menargetkan peningkatan kualitas layanan akademik dan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
