Program Studi D3 Akuntansi Universitas Bengkulu mendorong dosen muda, alumni, dan mahasiswa tingkat akhir untuk memanfaatkan peluang studi lanjut ke luar negeri melalui Webinar Beasiswa LPDP Co-Funding Prancis yang diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi global dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi dan keuangan.
Webinar yang berlangsung di Ruang Rapat III Gedung Rektorat Unib ini menghadirkan kolaborasi antara Unib, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Alliance Française Medan, dan Campus France Medan. Peserta terdiri dari dosen, alumni, serta mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk D3 Akuntansi Kegiatan dibuka oleh pimpinan universitas yang menekankan pentingnya akses beasiswa internasional sebagai jalur percepatan peningkatan mutu akademik. Dalam arahannya disampaikan bahwa dosen dan lulusan vokasi, termasuk D3 Akuntansi, memiliki peluang besar untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi melalui skema pendanaan bersama LPDP–Pemerintah Prancis.
Para narasumber dari pihak Kedutaan Prancis dan Campus France memaparkan detail program LPDP Co-Funding France Master 2026 yang membuka ratusan program studi berbahasa Inggris di berbagai perguruan tinggi Prancis bereputasi global. Bidang yang tersedia mencakup transformasi digital, industri kreatif, energi, maritim, pariwisata, hingga manajemen dan inovasi bisnis — bidang-bidang yang relevan dengan pengembangan kompetensi lulusan D3 Akuntansi.

Skema beasiswa mencakup pembiayaan komprehensif meliputi biaya kuliah, biaya hidup, transportasi, visa, asuransi kesehatan, dan dukungan studi lainnya. Selain itu, mahasiswa berkesempatan mengikuti program magang atau kolaborasi industri selama masa pendidikan, yang sangat selaras dengan karakter pendidikan vokasi.
Melalui sosialisasi ini, Program Studi D3 Akuntansi mendorong sivitas akademika dan alumni untuk mempersiapkan diri sejak dini — mulai dari peningkatan IPK, kemampuan bahasa Inggris, hingga perencanaan bidang studi lanjutan — agar dapat bersaing dalam seleksi beasiswa internasional dan memperluas jejaring profesional global.

